• 40
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    40
    Shares
935881_720

Didi Kempot saat tampil dalam acara dasyat award 2012 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Didi Kempot meninggal pada usia 53 tahun yang hingga kini belum diketahui penyebabnya. Dok.Tempo/ Agung Pambudhy”

 

LENSAtimes/JAKARTA – Kabar duka datang dari seniman Didi Kempot. Pria yang dijuluki Godfather of Broken Heart tersebut meninggal dunia pada Selasa, 5 Mei 2020, pagi.

Didi kempot meninggal akibat serangan jantung di usia 53 tahun. Penyanyi campur sari itu sempat dilarikan ke rumah sakit Kasih Ibu Solo, namun tak tertolong.

Para sahabat dan penggemar tentu sangat terpukul dengan kepergiannya. Mengenang sosok Didi kempot, berikut perjalanan karirnya di industri hiburan Tanah Air.

Tertarik dengan musik karena keturunan dari ayah
Didi Kempot mewarisi bakat seni dari orang tuanya. Ayahnya, Ranto Edi Gudel, seorang pelawak, penulis lagu, serta seniman ketoprak tobong. “Sejak kecil saya sudah bergaul dengan para seniman,” katanya.

Hampir semua keluarganya cukup piawai dalam membuat lagu, termasuk kakaknya, Mamik Prakoso. Hanya saja, Mamik lebih memilih dunia lawak untuk menyalurkan bakatnya. “Karena Bapak dan Mas Mamik jadi pelawak, saya memilih tetap berada di jalur musik,” ujarnya.

Mengawali karir dengan mengamen
Pada 1984, Didi Kempot mengawali karirnya sebagai penyanyi dengan menjadi pengamen jalanan. “Mengamen di sebuah warung lesehan di kawasan Keprabon,” ungkapnya. Namun, tidak jarang dia juga mengamen di bus hingga berkeliling di Jakarta.

Hasil yang diperoleh bukan hanya rupiah. Aktivitas mengamen di Ibu Kota menjadi tekniknya untuk melakukan tes pasar. “Saat mengamen, saya tidak hanya menyanyikan lagu campur sari tapi juga lagu pop lain,” jelasnya.

Mulai masuk dapur rekaman
Pada 1989, Didi Kempot mulai masuk dapur rekaman. Ada beberapa lagu yang direkamnya, salah satunya lagu “Cindro”. Lagu tersebut kurang populer selama puluhan tahun. “Baru setahun belakangan tiba-tiba meledak,” jelasnya.

Sejak saat itu, Didi Kempot lebih serius menggarap jalur musik dengan genre yang tidak mainstream. Namanya kian berkibar. Dia banyak mendapat undangan manggung ke berbagai kota, bahkan luar negeri, seperti Suriname dan Belanda.

Menulis banyak lagu
Sebagian lagu yang dinyanyikan Didi Kempot adalah karya beberapa pengarang, seperti Anjar Any. Namun dia lebih banyak menyanyikan lagu yang ditulisnya sendiri. Setidaknya sudah 700 lagu yang ditulis. “Dari lagu sebanyak itu, 95 persen lagu patah hati,” tuturnya.

 

Sumber : TEMPO.CO : RINI KUSTIANI | CHITRA PARAMESWARI | NUNUY NURHAYATI

 

 

Baca Juga

Berita Terbaru

Pilihan Redaksi

Beda Helikopter Presiden Jokowi dan Trump: EC-725 AP vs VH-92A

"Helikopter Presiden Jokowi (EC-725 AP) dan Trump (VH-92A). Kredit: National Interest/Presidenri"   LENSATIMES.com - Presiden Joko Widodo atau...

Dinas Perhubungan Gairahkan Forum Komunikasi informasi Tentang Jalan

"Para jajaran pihak terkait menyampaikan sejumlah tata kelola penanganan jalan"   LENSATIMES/TUBAN – Rapat forum lalu lintas Kabupaten Tuban...

Cina Luncurkan Kapal Rudal Jelajah Terbesar di Asia

"Kapal rudal jelajah Angkatan Laut Cina, Nanchang Type 055.[CTGN]"   LENSATIMES.com - Angkatan Laut Cina meluncurkan kapal rudal...

Finalis Putri Indonesia Gagap Pancasila, BPIP Usulkan Upacara

"Finalis Puteri Indonesia 2020 dari seluruh provinsi, berfoto bersama seusai melakukan kunjungan, di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2020. Ke-39...

51 Karyawan Positif Corona, Freeport Perkuat Protokol Kesehatan

"Foto : The Global"   LENSAtimes/TIMIKA - Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratama menyatakan pihaknya...

Ramai Kritik untuk Program Kartu Prakerja

"Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang ketiga di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Bagi pendaftar yang belum...

Tekan Penyebaran Covid-19, PWI Tuban Bagikan 1000 Masker

"SEMANGAT : Anggota PWI Tuban saat membagikan masker di salah satu yayasan pendidikan di Tuban"   LENSATIMES/Tuban - Persatuan Wartawan...

Pandemi Covid-19, Pasien Sembuh RS Wisma Atlet Tembus 4.023 Jiwa

"Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran tampak dari pesawat Microlight Trike yang dipiloti Mayor Tek Dani Suwandono dari...

Dongkrak Ekonomi, Pasar Rakyat Kenduruan Resmi Dibuka

"BERSIH dan NYAMAN : Bupati Tuban Fathul Huda (dua dari kanan) didampingi Kepala Diskoperindag Agus Wijaya (kanan) meninjau lapak...

Droping Beras BPNT Dinsos dan Fopimcam Perketat Pengawasan

"Secara berlapis kualitas beras diperiksa oleh Dinsos dan Forpimcam Bangilan sebelum dibagikan ke agen untuk diteruskan ke...

Pertamina Bagikan 10 Ribu Masker

"Cegah penyebaran covid-19, perwakilan dari Pertamina GRR Tuban secara simbolis menyerahkan bantuan di Kantor Kecamatan...

Ria Irawan, Bila Saatnya Tiba

Ria Irawan meninggal di usia 50 tahun setelah menderita kanker kelenjar getah. Berbagai kiprah Ria Irawan sudah dimulai sejak ia berumur 4...

HPN : Jurnalis Tuban Cek Kesehatan

"Wartawan koran harian bangsa Suwandi saat diperiksa darahnya"   LENSATIMES/Tuban – Sebanyak 42 wartawan di Kabupaten Tuban ikuti Medical...

Tenggelam di Pantai Kuta, Turis Kolombia Ditemukan Tak Bernyawa

LENSATIMES - Seorang turis asal Kolombia, Lucas Barrales dilaporkan hilang saat berenang di Pantai Kuta pada Minggu 05 Januari 2019. Menurut...

Mengeluh Sesak Nafas, Sopir Truk Meninggal

"Kapolsek Jenu AKP Rukimin didampingi ketua gugus tugas kecamatan Maftuchin Riza saat akan mengevakuasi jenazah Agus Budi Cahyono yang berada di...

Berita Terbaru

Berita Populer

Fokus

Visitor