• 27
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    27
    Shares
Sekda-Gresik

“Sekda Gresik, Andhy Hendro Wijaya saat jalani persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor (6/3/2020). (Foto: Khusnul Hasana/TIMESIndonesia)”

 

LENSATIMES/GRESIK – Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Gresik (Sekda Gresik) nonaktif, Andhy Hendro Wijaya dituntut 7 tahun penjara. Tuntutan tersebut lantaran dugaan kasus korupsi penyalahgunaan wewenang pemotongan insentif pegawai di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Menuntut, agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan pidana penjara selama tujuh tahun dipotong tahanan kota yang dijalani terdakwa,” ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU), Esti Harjanti Candrarini pada persidangan, Jumat, 06 Maret 2020.

Dilansir dari timesindonesia.co.id, pada tuntutan tersebut, JPU menyatakan terdakwa Andhy Hendro Wijaya terbukti melanggar dakwaan kedua, yakni Pasal 12 huruf f Jis, Pasal 18 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana dirubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jis, Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jis, Pasal 64 ayat (1) KUHP.

JPU juga meminta ketua majelis hakim perkara, I Wayan Sosiawan untuk menjatuhkan denda sebesar Rp1 miliar. Apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan. 

JPU tidak membebankan pidana uang pengganti kepada terdakwa Andhy Hendro Wijaya dikarenakan uang pengganti sebesar Rp 600 juta lebih tersebut telah dibebankan ke terdakwa M Muchtar (berkas penuntutan perkara terpisah).

“Barang bukti berupa uang sebesar Rp 157.437.000, tetap berada dalam berkas perkara. Membebankan biaya perkara kepada terdakwa,” ujar Esti.

Terdakwa diringkankan tuntutannya lantaran terdakwa sopan dan belum pernah dihukum. Sementara pertimbangan yang memberatkan terdakwa karena terdakwa tidak memberikan contoh yang baik dan perbuatannya tidak mendukung program pemerintah yang bersih dari KKN serta berbelit-belit selama persidangan.

“Silahkan ajukan pembelaan Jumat tanggal 13 Maret. Bisa mengajukan sendiri atau diwakilkan ke penasehat hukum saudara,” ujar ketua hakim I Wayan Sosiawan saat persidangan berlangsung.

Namun, penasehat hukum terdakwa Sekda Gresik nonaktif mengajukan persidangan menjadi hari Senin, 9 Maret 2020. 

 

 Sumber : timesindonesia.co.id

 

Baca Juga

Berita Terbaru

Pilihan Redaksi

KPP Pratama Tuban Tekankan Wajib Pajak Lapor SPT Tahunan

"TAAT PAJAK : Bupati Fathul Huda dan jajaran Forkopimda Tuban menerima bukti laporan SPT Tahunan dari Kepala KPP Pratama, Eko Radnadi...

ASEAN Kini Punya Laman Pariwisata Negara-negara Asia Tenggara

"Laman situs https://www.aseantourism.travel/"   LENSATIMES.com - Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) kini memiliki laman pariwisata yang...

Tiga Pencuri Ditembus Timah Panas Tim Macan Ronggolawe

“Sambil menahan rasa sakit akibat didor kakinya, ketiga pelaku ditanya Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono dalam pers rilis” LENSATIMES/Tuban...

Desa Sugiharjo Tuban Dikukuhkan Desa Tangguh Bencana Covid-19

"Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein (tengah) memberikan sambutan"   LENSAtimes/TUBAN - Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein kukuhkan Desa...

Tips Teknologi: Menggunakan 4 Trik Tersembunyi WhatsApp

LENSATIMES.com - Tips teknologi kali ini Tempo mengulas bagaimana menggunakan fitur tersembunyi aplikasi pesan WhatsApp. Meskipun banyak digunakan...

Kasus Korupsi, Sekda Gresik Nonaktif Dituntut Hukuman 7 Tahun Penjara

"Sekda Gresik, Andhy Hendro Wijaya saat jalani persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor (6/3/2020). (Foto: Khusnul...

Tekan Penyebaran Covid-19, PWI Tuban Bagikan 1000 Masker

"SEMANGAT : Anggota PWI Tuban saat membagikan masker di salah satu yayasan pendidikan di Tuban"   LENSATIMES/Tuban - Persatuan Wartawan...

Didi Kempot Meninggal, lstana Nyatakan Bela Sungkawa

"Penampilan Didi Kempot di sela pagelaran wayang kulit dengan Dalang Ki Manteb Sudarsono di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Juma malam, 2 Agustus...

Jatah Pupuk Subsidi Dipangkas 50 Persen, Petani Tuban “Deg-deg Plas”

"Ilustrasi" LENSATIMES/Tuban – Tak ada hentinya pemerintah membuat masyarakatnya “Deg-deg Plas”. Setelah naiknya iuran BPJS Kesehatan, kali...

Seremonial HPN, RPS Ajak Publik Mlaku Bareng dan Tanam Pohon  

"MERIAH SEKALI : Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein membawa bendera didampingi Kapolres Tuban Ruruh Wicaksono dan Anggota DPR RI Juwita Sari...

Mengenal Gejala Umum Serangan Jantung seperti Dialami Didi Kempot

"Penyanyi campursari Didi Kempot beraksi di atas panggung saat konser di JIExpo Kemayoran, Jakarta. ANTARA"   LENSAtimes/JAKARTA - Penyanyi...

Sindir Kasus KPU, Koalisi Masyarakat Beri Obat Mencret ke KPK

"Ray Rangkuti. TEMPO/ Yosep Arkian"   LENSATIMES.com - Kelompok yang menamakan diri Koalisi Masyarakat Madani Antikorupsi memberikan obat...

Ramai Kritik untuk Program Kartu Prakerja

"Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang ketiga di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Bagi pendaftar yang belum...

Siswarno Kalapas Baru Tuban Tekankan Program Inovatif

"Menjaga Sinergitas, Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono memberikan cinderamata sebagai ucapan selamat kepada Kalapas baru Kelas IIB Tuban...

Nasdem Minta Pemerintah Stop Pelatihan Online Kartu Prakerja

“Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan sambutan saat pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat 8 November 2019....

Berita Terbaru

Berita Populer

Fokus

Visitor