• 27
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    27
    Shares
905790_720

“Kandidat Astronot NASA Jasmin Moghbeli pada 6 Juni 2017 di Ellington Field – Hangar 276, Tarmac. Kredit: NASA”

 

LENSATIMES.com – Pilot helikopter tempur Jasmin Jaws Moghbeli resmi menjadi astronot wanita pertama keturanan Iran di lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat NASA. Wanita 36 tahun ini mengikuti upacara kelulusan pada Jumat, 10 Januari 2020, di Pusat Antariksa Amerika Johnson Space Center, Houston.

Dia dan saudara lelakinya dilahirkan di Jerman dari orang tua Iran, mahasiswa arsitektur yang telah meninggalkan negara asalnya setelah Revolusi Islam 1979. Namun, Moghbeli tumbuh di Baldwin, New York, yang ia anggap sebagai kampung halamannya, demikian dikutip Daily Mail, baru-baru ini.

Pada usia 15, wanita yang hobi bermain basket ini, menghadiri kamp luar angkasa canggih, yang memperkuat ambisinya untuk meraih bintang-bintang suatu hari. Dia lulus dari Massachusetts Institute of Technology, di mana dia belajar teknik penerbangan.

Namun, orang tuanya khawatir mengetahui bahwa dia kemudian berencana untuk menjadi pilot militer (jalan yang dilalui dengan baik untuk menuju ke korps astronot). Moghbeli mendaftar pada 2005, empat tahun setelah serangan 11 September.

Belajar dari serangan 11 September tersebut, orang tuanya khawatir tentang apa yang mungkin dihadapi putri mereka sebagai orang yang memiliki darah Timur Tengah. “Tapi begitu saya bergabung, mereka memberi saya dukungan mutlak,” katanya, memuji dukungan keluarganya.

Dan sekarang, Moghbeli menjadi salah satu dari 13 astronot yang lulus program pelatihan NASA selama dua tahun. Moghbeli bersama rekan seangkatannya berjabat tangan dengan mantan astronot Patrick G. Forrester setelah melintasi panggung pada upacara kelulusan pertama astronot, dan berfoto besama Senator Texas John Cornyn dan Ted Cruz.

Upacara itu menghormati kelompok yang beraneka ragam dan seimbang gender yang terdiri dari enam wanita dan tujuh pria yang menyelesaikan lebih dari dua tahun pelatihan dasar. Kelompok yang dikenal sebagai Turtles itu, mengenakan jumpsuits penerbangan biru dan bergiliran mendekati podium untuk menerima pin astronot perak.

Kabar Moghbeli ini menjadi perbincangan di media sosial, pasalnya hubungan Iran dan Amerka sedang memanas. Presiden Donald Trump merobek-robek perjanjian nuklir penting yang ditandatangani oleh pendahulunya dan menambahkan Iran ke daftar negara mayoritas Muslim yang warganya dilarang masuk Amerika.

Dan Amerika juga melakukan serangan udara yang berdampak pada gugurnya perwira militer senior Iran Komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qasem Soleimani. Namun, Moghbeli mengatakan dia secara pribadi tidak menghadapi masalah selama dia dalam pelatihan.

“Saya sama sekali tidak merasa bahwa mengubah apa pun tentang bagaimana saya diperlakukan,” katanya kepada AFP. “Di dunia pasca 11 September, apakah orang tua saya menganggap saya gila? Ya, saya cukup yakin mereka melakukannya, keluarganya kemudian tetap memberikan dukungan penuh.”

Moghbeli dan 12 temannya menjadi lulusan pertama sejak NASA mengumumkan program Artemis untuk kembali ke Bulan pada 2024. Dan berencana menempatkan lelaki dan perempuan pertama di permukaan Bulan dan mendirikan stasiun ruang angkasa orbital, termasuk misi ke Mars pada 2030.

Sewaktu menjadi pilot, Moghbeli telah terbang dengan membawa lebih dari 150 misi di Afghanistan dan mendapatkan julukan Jaws. Dia juga berharap bisa menginspirasi orang lain dengan latar belakang yang sama sepertinya.

Pada upacara kelulusannya di NASA, teman sekelasnya Jonny Kim menggambarkan Moghbeli sebagai orang yang dapat diandalkan, tangguh dan tegas. “Kru teman yang sempurna buat saya untuk mengunjungi kehampaan ruang angkasa,” tutur Kim.

Kim sendiri adalah seorang Navy Seal dan dokter darurat. Dia dan Moghbeli adalah dua dari lima orang kulit berwarna di kelas, yang dipilih dari 18.000 pelamar yang mendaftar. Jumlah tersebut menjadi rekor pendaftaran astronot terbanyak bagi NASA.

“Ketika saya mendengar tentang kemungkinan menjadi astronot NASA, saya pikir itu adalah platform yang tidak seperti yang lain, di mana saya dapat meninggalkan dampak besar pada generasi berikutnya dan juga berkontribusi pada eksplorasi ruang angkasa bangsa kita,” kata Kim.

Astronot lain yang termasuk Joshua Kutryk dan Jennifer Sidey-Gibbon dari Badan Antariksa Kanada (CSA), dan astronot NASA yaitu Jessica Watkins, Kayla Barron, Loral O’Hara, Zena Cardman, Raja Chari, Matthew Dominick, Bob Hines dan Warren Hoburg. Watkins bergabung dengan segelintir perempuan kulit hitam untuk menyelesaikan program ini.

 

sumber : DAILY MAIL | AFP

 

Baca Juga

Berita Terbaru

Pilihan Redaksi

Jalan Santai Setiajit Disambut Riuh Ribuan Peserta

"Setiajit di atas panggung menyapa ribuan peserta"   LENSATIMES/Tuban - Ribuan warga dari Kecamatan Rengel dan sekitarnya membanjiri acara...

Tips Teknologi: Menggunakan 4 Trik Tersembunyi WhatsApp

LENSATIMES.com - Tips teknologi kali ini Tempo mengulas bagaimana menggunakan fitur tersembunyi aplikasi pesan WhatsApp. Meskipun banyak digunakan...

Tuban Jadi Tuan Rumah HUT Satpol PP, Satlinmas, Dan Damkar Jatim

"Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein menyampaikan pesan saat membuka rapat finalisasi"   LENSATIMES/TUBAN – Wakil Bupati Noor Nahar Hussein...

Selain PDIP, Golkar Bahas Sistem Pemilu Proporsional Tertutup

"ilustrasi TPS Pilkada. Dok TEMPO"   LENSATIMES.com - Politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan partainya telah...

Pengukuhan FKUB, Bupati Tuban Minta Rawat Toleransi

"Bupati Tuban Fathul Huda mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)"   LENSAtimes/TUBAN – Bupati Tuban H Fathul Huda...

Kapolres Tuban : 511 Anggotanya Vaksinasi

"Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono didampingi Bupati Tuban Farhul Huda meninjau anggotanya melakukan vaksinasi di gedung klinik baru...

Setelah OTT Wahyu Setiawan: Operasi Ambyar di Kampus Polisi

“Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI, Wahyu Setiawan, resmi memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pasca terjaring Operasi Tangkap...

Didi Kempot Meninggal, Ini Perjalanan Karir di Industri Hiburan

"Didi Kempot saat tampil dalam acara dasyat award 2012 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Didi Kempot meninggal pada usia 53 tahun yang hingga kini belum...

Milenial, Ini 9 Tips Pilih Kampus yang Tepat di Era Globalisasi

LENSAtimes - Mayoritas siswa SMA yang masuk kuliah pertama kali sangat antusias saat mendapat label mahasiswa. Maka banyak hal yang menjadi bahan...

Desa Sumurgeneng Berpredikat Kampung Miliarder Usai Datangkan 176 Mobil Baru

"Kepala Desa Sumurgeneng Gihanto saat diwawancarai menejlaskan keadaan perekonomian masyarakatnya"   LENSAtimes/TUBAN -  Masyarakat di...

Per Mei Iuran BPJS Kesehatan Batal Naik, Ini Penjelasannya

"Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto"   LENSAtimes/JAKARTA - BPJS Kesehatan (BPJSK) mengumumkan, per 1 Mei 2020, iuran peserta Program...

Ramai Kritik untuk Program Kartu Prakerja

"Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang ketiga di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Bagi pendaftar yang belum...

51 Karyawan Positif Corona, Freeport Perkuat Protokol Kesehatan

"Foto : The Global"   LENSAtimes/TIMIKA - Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratama menyatakan pihaknya...

PMPTSP NAKER Tuban Dorong Daftar Kartu Pra-Kerja

"Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja DPMPTSP dan Naker Kabupaten Tuban, Haris Takdir Basuki"   LENSATIMES/Tuban - Pendaftaran...

Kapolres Tuban Cek Kesiapan Perlengkapan di Posko Tanggap Bencana  

"Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono bersama Kalaksa BPBD Tuban Yudi Irwanto didampingi Forpimcam Rengel usai menyisir sungai bengawan solo...

Berita Terbaru

Berita Populer

Fokus

Visitor