• 40
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    40
    Shares
905574_720

Helikopter Presiden Jokowi (EC-725 AP) dan Trump (VH-92A). Kredit: National Interest/Presidenri”

 

LENSATIMES.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk sementara waktu akan menggunakan helikopter EC-725 AP/Caracal milik TNI Angkatan Udara untuk kegiatan kepresidenannya.

Namun, bukan hanya Jokowi yang menggunakan helikopter sebagai kendaraan kepresidenan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga memiliki helikopter sebagai kendaraannya, yaitu VH-92A.

Helikopter EC-725 AP akan menggantikan Super Puma yang menjalani perawatan. Tidak dijelaskan kondisi helikopter berkelir biru yang biasa digunakan untuk agenda kepresidenan itu, tapi belum lama, Minggu 5 Januari, helikopter gagal mendaratkan Jokowi, saat hendak meninjau  korban longsor dan banjir bandang di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sementara, helikopter VH-92A merupakan kendaraan terbaru Trump untuk aktivitas kepresidenan yang akan dikenalkan pada tahun ini, demikian dikutip laman National Interest beberapa waktu lalu. Lalu apa beda helikopter yang digunakan Jokowi dan Trump? Berikut detailnya:

 

1. Helikopter Trump VH-92A

“Helikopter Presiden Trump, VH-92A. Kredit: National Interest”

 

Helikopter VH-92A didasarkan pada pesawat komersial Sikorsky S-92A yang sukses dan bersertifikat FAA, yang baru-baru ini melampaui satu juta jam penerbangan. Pabriknya, Lockheed Martin, mengungkapkan bahwa helikopter kepresidenan VH-92A telah melakukan penerbangan perdananya pada 28 Juli 2019.

Penerbangan berlangsung di Sikorsky Aircraft di Stratford, Connecticut dan menandakan dimulainya program uji penerbangan 250 jam, yang akan berlangsung di fasilitas Lockheed Martin di Owego, New York. VH-92A akan mulai beroperasi tahun ini, dan akan mengangkut presiden dan wakil presiden Amerika Serikat beserta pejabat lainnya.

Helikopter akan memiliki tanda panggilan khusus “Marine One” yang mengidentifikasi pesawat Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) yang membawa Presiden Amerika Serikat (sementara pesawat USMC yang membawa Wakil Presiden memiliki tanda panggilan Marine Two).

Helikopter ini merupakan pengembangan modifikasi dari jenis Sikorsky S-92A. VH-92A ini memiliki kecepatan hingga 190 mil per jam dengan daya jelajah 175 mph. Helikopter ini berkapasitas 19 penumpang, dengan dua kru penerbangan, kedua pilot duduk berdampingan di bagian hidung.

VH-92A ditenagai dengan mesil turboshaft General Electric CT7-8Ax yang mengembangkan 2.520 tenaga kuda. Masing-masing menggerakkan rotor utama dan rotor ekor yang berbilah empat. Bilah rotor utama terletak di dekat garis atap badan helikopter.

Helikopter ini memiliki panjang 56,1 kaki (17,1 meter), lebar 56,33 kaki (17,17 meter), tinggi 15,42 kaki (4,7 meter), berat kosong 7.050 kilogram dengan maksimal berat dengan beban 12.570 kilogram, demikian tercatat dalam situs Military Factory.

 

2. Helikopter Jokowi EC-725 AP

“Helikopter Presiden Jokowi (EC-725 AP). Kredit: Foto: BPMI Setpres/Lukas”

 

Helikopter yang disebut juga Super Cougar atau H225M, masih keluarga Super Puma (H215), sama-sama helikopter SAR tempur buatan Airbus Helicopters. Perbedaan paling mencolok adalah jumlah baling-baling (blade) pada rotor utama. Super Puma masih empat blade, sedang H225M menggunakan lima.

Super Cougar ini adalah helikopter tempur multi guna yang ditenagai mesin Makila 2A1. Rotor lima baling-balingnya memiliki tingkat vibrasi rendah. Desain spherilex modular juga menjadikannya tak perlu perawatan biaya tinggi.

Sesuai fungsinya untuk tempur dan SAR, helikopter bisa beroperasi baik dari kapal laut maupun darat. Juga memiliki perlindungan dari es dan pasir, pelontar flare, tali untuk pengerahan maupun penarikan personel, serta night vision goggle compatibility untuk menembus segala cuaca.

Persenjataannya terdiri dari cannon 20 mm serta machine gun 7,62 mm. Selain itu masih ada heavy store carriers untuk satu rocket pods 68 mm, cannon pod 20 mm, dan cannon pod 12,7 mm. Sistem persenjataan ini dilengkapi pula dengan penerima peringatan radar, sistem peringatan rudal, penerima peringatan laser.

Helikopter yang diklaim nyaman oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto ini berkapasitas 31 orang termasuk kru. Dengan bobot lepas landas maksimum 11.200 kilogram dan bentang baling-baling 16,2 meter, capung besi ini mampu melesat hingga 324 kilometer per jam dan daya jelajah dengan bahan bakar normal sejauh 920 kilometer.

Sumber : NATIONAL INTERES | MILITARY FACTORY

 

Baca Juga

Berita Terbaru

Pilihan Redaksi

Per Mei Iuran BPJS Kesehatan Batal Naik, Ini Penjelasannya

"Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto"   LENSAtimes/JAKARTA - BPJS Kesehatan (BPJSK) mengumumkan, per 1 Mei 2020, iuran peserta Program...

Jalan Santai Setiajit Disambut Riuh Ribuan Peserta

"Setiajit di atas panggung menyapa ribuan peserta"   LENSATIMES/Tuban - Ribuan warga dari Kecamatan Rengel dan sekitarnya membanjiri acara...

Komisi IV DPRD Tuban Dorong Tim Ahli Cagar Budaya Dibentuk

"Ketua Komisi IV DPRD Tuban Tri Astuti memberikan cinderamata kepada perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa...

Ratusan Pelajar Bersama Rimbawan Tanam Ribuan Pohon Kehutanan

"Siswa - siswi SMAN 2 Tuban mendapat pemaparan dulu sebelum menanam ribuan pohon di kawasan hutan RPH Ngindahan, Montong"   LENSATIMES/TUBAN...

Seremonial HPN, RPS Ajak Publik Mlaku Bareng dan Tanam Pohon  

"MERIAH SEKALI : Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein membawa bendera didampingi Kapolres Tuban Ruruh Wicaksono dan Anggota DPR RI Juwita Sari...

Tolak Kenaikan Iuran Kelas III BPJS Kesehatan, Begini Saran DPR

“Dirut BPJS Kesehatan Fahmid Idris bersama Dirut RS Jantung Harapan Kita Iwan Dakota serta Petugas Penanganan Pengaduan Peserta Rumah Sakit (P3RS)...

Gedung Guru “Graha Dwidja” PGRI Diresmikan Bupati Fathul Huda

"Bupati Tuban Fathul Huda saat menandatangani prasati peresmian Gedung Guru Graha Dwidja"     LENSAtimes/TUBAN - Gedung Guru Graha...

Tim Koordinator BPNT/BSP Tinjau Komoditi Bansos

"Rombongan tim koordinator memeriksa kualitas beras di Pendopo Kantor Kecamatan Tuban"   LENSAtimes/TUBAN - Tim Koordinasi (Tikor) BPNT/BSP...

Ramadan Ini, Tora Sudiro Belajar Ngaji dengan Anak

"Tora Sudiro [Revi C Rantung/Suara.com]"   LENSAtimes - Aktor sekaligus presenter Tora Sudiro mengaku tengah memiliki rencana untuk meluangkan...

Janjikan Menjadi Anggota Polri, Dua Perempuan Diborgol Reskrim Bojonegoro

"Kapolres Bojonegoro AKBP M.  Budi Hendrawan dalam konferensi pers, Rabu 08 Januari 2020"   LENSATIMES/BOJONEGORO – Dua perempuan...

Didi Kempot Meninggal, lstana Nyatakan Bela Sungkawa

"Penampilan Didi Kempot di sela pagelaran wayang kulit dengan Dalang Ki Manteb Sudarsono di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Juma malam, 2 Agustus...

Tenggelam di Pantai Kuta, Turis Kolombia Ditemukan Tak Bernyawa

LENSATIMES - Seorang turis asal Kolombia, Lucas Barrales dilaporkan hilang saat berenang di Pantai Kuta pada Minggu 05 Januari 2019. Menurut...

Bupati Tuban Terima Penghargaan Pembina K3 Tingkat Jatim

"Gubernur Jatim Khofifah Indar Pawaransa menyerahkan langsung penghargaan ini kepada Bupati Tuban, H. Fathul Huda"   LENSAtimes/TUBAN  –...

Balita 18 Bulan Ditemukan Meninggal Terapung di Dekat Rumah

"Ilustrasi"   LENSATIMES|BOJONEGORO - Bocah Perempuan berusia 18 bulan bernama Erlita Haura Fauza tenggelam di sebuah kubangan dekat rumahnya...

Finalis Putri Indonesia Gagap Pancasila, BPIP Usulkan Upacara

"Finalis Puteri Indonesia 2020 dari seluruh provinsi, berfoto bersama seusai melakukan kunjungan, di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2020. Ke-39...

Berita Terbaru

Berita Populer

Fokus

Visitor