Ramai Kritik untuk Program Kartu Prakerja

Sen, 4 Mei 2020 09:07:21am
934647_720

“Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang ketiga di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Bagi pendaftar yang belum berhasil di gelombang sebelumnya, dapat kembali mencoba pada gelombang ini. TEMPO/Subekti.”

 

LENSAtimes/ JAKARTA – Program Kartu Prakerja kini jadi sorotan publik. Pelaksanaan program janji kampanye Presiden Joko Widodo yang diubah menjadi jaring pengaman sosial bagi warga terdampak Covid-19 ini ditengarai sarat penyimpangan.

Di parlemen, partai ramai-ramai mengkritik pelaksanaan program Prakerja dengan anggaran Rp 20 triliun itu. Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat heran program dengan anggaran sebesar itu digarap oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Kementerian koordinator melaksanakan pekerjaan teknis? “Ada apa ini? Bisa saja muncul prasangka-prasangka tidak baik,” kata anggota DPR dari Partai Amanat Nasional, Saleh Partaonan Daulay, Ahad, 3 Mei 2020.

Kementerian Koordinator Perekonomian tak memiliki mitra kerja di DPR. Pengawasan terhadap pelaksanaan Prakerja pun dinilai akan sulit dilakukan. “Ini keanehannya. Program dengan anggaran Rp 20 triliun diletakkan pada Kemenko Perekonomian yang tidak punya mitra,” kata anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera, Netty Prasetiyani.

Program Prakerja mulai ramai dikritik setelah ketahuan melibatkan Ruangguru, perusahaan milik mantan Staf Khusus Presiden Jokowi, Adamas Belva Syah Devara sebagai penyedia layanan pelatihan daring.

Direktur Utama Pelaksana Kartu Prakerja Denni Purbasari mengatakan Ruangguru serta tujuh penyedia layanan lainnya ditunjuk pemerintah tanpa melalui tender atau lelang. Untuk pelatihan daring ini, negara menganggarkan Rp 1 juta untuk setiap peserta atau Rp 5,6 triliun dari total anggaran Rp 20 triliun.

Pemerintah awalnya mengklaim mereka yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19 akan menjadi target program Kartu Prakerja. Namun belakangan, seleksi peserta terbukti amburadul. Pendiri portal Gresnews, Agustinus Edy misalnya, lolos menjadi peserta meski mencantumkan masih memiliki pekerjaan saat mengisi form pendaftaran.

Agustinus mengaku hanya ingin menguji bahwa program Kartu Prakerja tak lebih dari transaksi jual-beli konten dengan menggunakan anggaran negara. Mengambil paket pelatihan jurnalistik menulis naskah berita seharga Rp 220 ribu di Skill Academy, Agustinus melompat ke bagian tes tanpa mengikuti kelas video. Ia mendapatkan certificate of excellence yang ditandatangani CEO Ruangguru, Belva Devara.

Publik ditambah geram dengan jenis-jenis kelas yang ada di program pelatihan daring. Sebut saja kelas memancing dan kelautan yang dibanderol Rp 799 ribu, kelas menjadi Youtuber bagi pemula, pelatihan pengelolaan masjid, pengetikan dasar Ms.Word, dan lainnya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra P.G. Talattov mengatakan program pelatihan daring tak relevan diberikan kepada korban pandemi Covid-19. “Sayang sekali dana sebesar Rp 5,6 triliun untuk pelatihan itu terbuang begitu saja dalam jangka pendek.” Ia menyarankan dana pelatihan dialihkan menjadi bantuan langsung tunai atau bantuan sosial.

Belakangan, di media sosial beredar data pengguna program pelatihan yang ditengarai berasal dari Kemenko Perekonomian. Dari total 456.265 penerima Prakerja gelombang I dan II, sebanyak 231.975 peserta telah membeli pelatihan daring.

Total nilai transaksinya mencapai Rp 120 miliar dengan harga rata-rata per transaksi Rp 520 ribu. Dikutip dari Majalah Tempo edisi 4 Mei 2020, data ini dibenarkan seorang pengelola provider pelatihan. Namun sejumlah pejabat di Kemenko Perekonomian tak berkomentar serta tak merespons konfirmasi Tempo.

Ruangguru ditengarai meraup untung paling besar, merujuk data itu. Perusahaan Belva itu mendapat Rp 89,9 miliar atau 68,9 persen dari keseluruhan transaksi. Adapun jumlah transaksi Ruangguru ialah sebanyak 121.286 transaksi.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan data itu menunjukkan Ruangguru paling diuntungkan dengan adanya program Kartu Prakerja. Dia menghitung, dengan asumsi 20 persen komisi dari Rp 5,6 triliun, maka ada Rp 1,12 triliun yang akan masuk ke provider.

Jika dari Rp 1,21 triliun sebanyak 68,9 persennya masuk ke Ruangguru, maka di akhir pelaksanaan program Prakerja keuntungan mereka bisa mencapai Rp 771 miliar. “Dari awal sudah bisa ditebak ada yang ganjil dalam proses kerja sama platform Kartu Prakerja,” kata Bhima kepada Tempo.

 

Sumber : BUDIARTI UTAMI PUTRI | EGI ADYATAMA | MAJALAH TEMPO | KORAN TEMPO

 

 

 

Baca Juga

Berita Terbaru

Pilihan Redaksi

Empon-empon Laris Manis di Pasar Lamongan

"Empon-empon di Lamongan laris manis (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)"   LENSATIMES/LAMONGAN -  Permintaan empon-empon di pasar Lamongan...

Kejar Target Pendapatan 2020, Perhutani Divre Jatim Siap Tancap Gas

"Para pejabat tertinggi di Perhutani Jatim memimpin acara rapat evaluasi kerja 2019 dan FGD"   LENSATIMES/Jember - Guna mendorong kenaikan...

KPM Parengan Terima Beras BPNT Alokasi Juli – Agustus

"Komoditi beras premium berat 15 Kg diperiksa kualitasnya oleh pihak Dinsos, Forpimka, TKSK, paguyuban agen, perwakilan KPM yang bertempat di Pendopo...

Balita 18 Bulan Ditemukan Meninggal Terapung di Dekat Rumah

"Ilustrasi"   LENSATIMES|BOJONEGORO - Bocah Perempuan berusia 18 bulan bernama Erlita Haura Fauza tenggelam di sebuah kubangan dekat rumahnya...

Kasus Korupsi, Kejari Tuban Kembalikan Uang Negara Rp 406 Juta

"Kejari Tuban, Bambang Dwi Murcolono menyampaikan capaian kinerjanya di hadapan wartawan"   LENSATIMES/TUBAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban...

Kodim Bojonegoro Bedah Rumah Milik Munri

"Dengan penuh semangat dan gotong royong warga dan anggota TNI mengangkat kerangka rumah Munri untuk mulai...

Manggung Bareng, Rhoma Irama Hadiahi Iwan Fals Gitar

"Iwan Fals berkolaborasi dengan Rhoma Irama di Hut 25 Indosiar. Twitter.com"   LENSATIMES.com - Iwan Fals mendapat hadiah spesial dari Rhoma...

Santri Ponpes Nahdlatut Tholibin Al-Islamiyyin Produksi Masker Dibagikan Gratis  

“Para santri ulet dan terampil menjahit masker-masker untuk dibagikan gratis”   LENSATIMES/TUBAN – Puluhan santri Ponpes Nahdlatut Tholibin...

Komisi IV DPRD Tuban Dorong Tim Ahli Cagar Budaya Dibentuk

"Ketua Komisi IV DPRD Tuban Tri Astuti memberikan cinderamata kepada perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa...

Ancaman Bangkrutnya BPJS Kesehatan Setelah Iuran Batal Naik

"Foto : ANTARA/M. Rizal Hidayat"   LENSATIMES/JAKARTA - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, pernah mengungkapkan jika iuran tidak naik...

Dinas Perhubungan Gairahkan Forum Komunikasi informasi Tentang Jalan

"Para jajaran pihak terkait menyampaikan sejumlah tata kelola penanganan jalan"   LENSATIMES/TUBAN – Rapat forum lalu lintas Kabupaten Tuban...

Jalan Santai Setiajit Disambut Riuh Ribuan Peserta

"Setiajit di atas panggung menyapa ribuan peserta"   LENSATIMES/Tuban - Ribuan warga dari Kecamatan Rengel dan sekitarnya membanjiri acara...

Tuban Jadi Tuan Rumah HUT Satpol PP, Satlinmas, Dan Damkar Jatim

"Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein menyampaikan pesan saat membuka rapat finalisasi"   LENSATIMES/TUBAN – Wakil Bupati Noor Nahar Hussein...

Bupati Lindra Berpesan Pramuka Kwartir Tuban Ukir Prestasi

"Bupati Tuban Aditya Lindra Farizky didampingi Wakil Bupati Tuban Riyadi menyerahkan palu sebagai tanda Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kwartir...

Bottom Klik, Layanan Lapas Tuban Terbaru

"Tinggal klik, salah satu pengunjung di Lapas Tuban mengisi layanan indeks kepuasan masyarakat (IKM)"   LENSATIMES/TUBAN - Lapas Tuban terus...

Berita Terbaru

Berita Populer

Fokus

Visitor